BIOGRAFI BJ.HABIBIE
Perjalan hidup bj.habibie
Sosok Bacharuddin Jusuf Habibie atau B. J. Habibie dikenal sebagai seorang yang jenius. Kecerdasannya dalam bidang teknologi dan sains patut diacungi jempol. Ia pernah menciptakan pesawat yang menjadi salah satu aset bangsa Indonesia.
Bahkan, lantaran kepiawaian Habibie dalam hal tersebut, ia dijuluki sebagai Bapak Teknologi Indonesia. Habibie juga lama menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), hingga akhirnya menjadi Presiden Republik Indonesia ke-3 pada tahun 1998.
Latar belakang keluarga B.J. Habibie
Habibie lahir di Parepare, Sulawaesi Selatan pada 25 Juni 1963. Ia merupakan anak keempat dari delapan orang bersaudara. Orang tuanya adalah Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardjo yang merupakan keturunan Jawa-Bugis.
Ayah Habibie merupakan lulusan sekolah pertanian di Bogor dan sempat menjabat sebagai Kepala Departemen Pertanian Negara Indonesia Timur.
Marga habibie dicatat secara historis berasal dari wilayah Kabila, sebuah daerah di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.Dari silsilah keluarga, kakek dari B.J. Habibie merupakan seorang pemuka agama, anggota majelis peradilan agama, serta salah satu pemangku adat Gorontalo yang tersohor pada saat itu.Keluarga besar Habibie di Gorontalo terkenal gemar beternak sapi, memiliki kuda dalam jumlah yang banyak, serta memiliki perkebunan kopi.
Masa sekolah Habibie
Habibie mengawali pendidikan formal dari SD Pare-Pare, Kemudian melanjutkan masa SMP 5 Bandung. Selanjutnya, masa SMA nya di Gouvernements Middelbare School pada tahun 1951-1954.
Setelah lulus SMA, Habibie belajar di perguruan tinggi, yaitu Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB). Habibie belajar tentang keilmuan teknik mesin pada tahun 1954. Pada 1955–1965, Habibie melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat. Menerima gelar diploma insinyur pada 1960 dan gelar doktor insinyur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.
Tapi, setelah selang satu tahun lulus dari ITB, Habibie pindah ke Jerman dan belajar di Rheinisch Westfählische Technische Hochschule (RWTH), Achen, Jerman Barat, mengambil jurusan pesawat terbang.
Kisah cinta Habibie dan Ainun
Pertemuan Habibie dengan Hasri Ainun Basari (Ainun) usai kembali dari Jerman menjadi awal lahirnya hubungan di antara mereka. Ainun diakui oleh Habibie sebagai sosok perempuan yang sangat cantik dan populer di sekolah. Akhirnya, mereka resmi menikah pada 12 Mei 1962. Dari pernikahan itu, Habibie dan Ainun dikaruniai dua orang putra, Ilham Akbar dan Thareq Kemal.
Kisah cinta keduanya tertuang dalam karya tulis Habibie yang berjudul Habibie & Ainun.
Karier B. J. Habibie
Ia pernah mewakili mahasiswa Indonesia yang belajar di Jerman dengan menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Achen tahun 1957. Salah satu proyek besar PPI yang pernah ia selenggarakan ialah seminar pembangunan.
Lalu, masa kuliahnya juga diisi dengan pekerjaan, Ia bekerja di bidang konstruksi ringan yang fokus dalam kontruksi perkertaapian Talbot. Namun, setelah proyek konstruksi selesai, ia mendaftar di perusahaan pembuat pesawat Hamburger Flugzeug Bau (HFB), dimana perusahaan itu sedang mengembangkan pesawat Fokker F28.
Beberapa tahun setelah itu, Habibie diangkat sebagai Direktur Pengembangan dan Penerapan Teknologi disana. Selanjutnya, pada 29 Maret 1978, ia dipercaya Soeharto menjadi Menteri Riset dan Teknologi RI.
Di Indonesia, ia banyak berkontribusi dalam urusan teknologi, salah satunya penerbangan. Pesawat buatannya ialah N-25 Gatot Kaca, CN-235, dan VTOL DO-31. Ia pun mendirikan perusahaan transportasi yang fokus pada pengembangan pesawat terbang besutan dalam negeri, yaitu PT IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara).
Karena segudang prestasi yang dimiliki Habibie, ia diangkat sebagai wakil Presiden Soeharto.
Nama kelompok: 1.Muna Evi W.
2.Cindi Fatimah L.
3.Anisa Rahma Wati
4.Siska Amelia
5.Rifki




.jpeg)
.jpeg)
narasinya jangan semua copas, bisa ambil beberapa referensi atau kisah perjalanan pribadi
BalasHapusgood luck